Berita SIO Provinsi Papua Selatan

Berita dan Artikel Seputar Provinsi Papua Selatan

Bupati Merauke Launching Pendataan Terpilah OAP

“Sekali lagi saya ulangi, untuk kepala kampung dan operator di tingkat kampung, ini momentum yang sangat penting bagi kita semua agar pelaksanaan pendataan terpilah OAP ini dapat dilaksanakan secara maksimal. Saudara-saudaralah yang menjadi ujung tombak untuk melaksanakan pendataan ini dengan baik. Jangan sampai data-data yang kita entri itu, asal kita masukan, tapi tidak sesuai dengan kenyataan dan realitas,”_Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, SH., LL.M

 

Ketersediaan data terpilah orang asli Papua (OAP) merupakan suatu kemendesakan. Apa lagi, alokasi dana otonomi khusus (Otsus) berdasarkan jumlah penduduk OAP. Karena itu, pemerintah daerah, baik pemerintah Provinsi maupun Kabupaten membutuhkan data terpilah OAP yang kredibel, dan dapat dipertanggung jawabkan.

 

Guna menyediakan data terpilah OAP yang valid dan bersumber langsung dari kampung dan kelurahan di Kabupaten Merauke, maka pada tahun 2025, Bapperida Kabupaten Merauke, melakukan pendataan serentak di 22 Distrik, 11 Kelurahan dan 179 kampung. Pendataan itu menggunakan Sistem Informasi Orang Asli Papua Selatan (SIRIOS).

 

Kegiatan pendataan terpilah OAP di Kabupaten Merauke dilaunching secara resmi oleh Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, pada Rabu, 11 Juni 2025, di aula Bapperida Merauke. Dalam arahannya, Bupati menegaskan pentingnya kolarobari dan kerja sama lintas OPD sesuai tugas dan fungsi masing-masing.  

 

“Penyusunan data terpilah orang asli Papua dan non asli Papua di Kabupaten Merauke tahun 2025, menuju satu data terpilah OAP dan non OAP. Semua pihak, diharapkan melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai fungsi masing-masing, yaitu Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Bapperida, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, para Lurah, Kepala Kampung, dan operator kampung,” tutur Bupati Yosep.

 

Ia juga menegaskan agar  Kepala Distrik dapat mengawal dan mengawasi kegiatan pendataan di masing-masing kelurahan dan kampung supaya dapat memastikan bahwa seluruh proses kegiatan pendataan dapat berjalan dengan maksimal.

 

 

Selain itu, Bupati Merauke juga meminta agar setiap Lurah dan Kepala Kampung harus dapat mendukung setiap operator dalam melaksanakan tugas pendataan dengan sebaik-baiknya, dan semaksimal mungkin.

 

“Secara khusus saya sampaikan kepada seluruh operator pada 11 Kelurahan dan 179 kampung yang telah ditunjuk dan ditetapkan dengan SK Bupati, saya berharap dapat melaksanakan tugas yang telah dipercayakan, melakukan pengumpulan data dan entri data sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin, sebagai wujud, agar diperoleh hasil yang maksimal,” tegas Bupati.  

 

Bupati Yosep juga memberi contoh dan ilustrasi tentang adanya temuan masyarakat yang tidak bisa menerima bantuan karena kesalahan penulisan pada dokumen kependudukan seperti KTP. Antara yang tertulis di KTP dan kenyataan sehari-hari berbeda. Karena itu, melalui pendataan terpilah OAP sangat diharapkan agar data-data individu dan keluarga lebih valid sesuai kondisi sebenarnya.

 

“Ini juga berhubungan dengan data kependudukan, kadang-kadang kita mengalami persoalan kecil, contohnya saja, bantuan tidak sampai karena saat pengurusan KTP misalnya, profesi atau mata pencarian itu biasayanya salah, ada yang tulis nelayan, ada yang tulis wiraswasta, tapi sebenarnya profesi sehari-hari tidak seperti yang dituliskan itu, sehingga bantuan turun, cek nama, tidak ada nama. Orangnya ke sana, ke mari, atau pekerjaan tidak tetap, harusnya sebagai sasaran bantuan, tapi karena keterangan di KTP itu, sehingga dia tida dapat bantuan,” tutur Bupati, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Papua.

 

Setelah acara launching, dilanjutkan dengan pelatihan SIRIOS bagi operator kampung, dan verifikator distrik di tiga distrik: Merauke, Naukenjerai dan Sota. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 11-13  Juni 2025. Para fasilitator yang hadir yaitu dari Universitas Musamus: Dr. Ir. Heru Ismanto, S.Si., M.Cs., IPM., ASEAN.Eng; Ir. Jarot Budiasto, S.T., M.T; Paustina Ngali Mahuze, S. Ag., M. Pd dan dari Bapperida Provinsi Papua Selatan: Iriany Bidang, SP; Vanesha Febby Fiorentina Tambonop, S.Tr.IP; dan Jusmina Matelda Mara.

 

Untuk diketahui bahwa SIRIOS merupakan hasil inovasi pemerintah Provinsi Papua Selatan untuk menjawab ketiadaan data terpilah OAP yang bersumber langsung dari kampung dan kelurahan di Provinsi Papua Selatan. Bapperida Provinsi Papua Selatan, dengan dukungan Program SKALA telah menginisiasi lahirnya SIRIOS melalui Pergub Nomor 10 Tahun 2025, tentang Sistem Informasi Orang Asli Papua Selatan. Pendataan SIRIOS mencakup dua puluh variabel data yang meliputi kepemilikan dokumen kependudukan, ekonomi, sosial, perumahan, pendidikan, kesehatan. Pendataan SIRIOS menyasar seluruh warga kampung dan kelurahan. Data terpilah OAP dan non-OAP akan muncul secara otomatis ketika proses input ke dalam aplikasi SIRIOS

 

[Merauke, 11 Juni 2025_ Petrus Pit Supardi_Provincial Spesialis Engagement SKALA Papua Selatan].

Admin Provinsi

Admin Provinsi

Pembukaan Pelatihan SIO Papua di Wilayah Saireri

Guna menyediakan data terpilah orang asli Papua (OAP) dalam perencanaan pembangunan, pemerintah Provinsi Papua didukung oleh program SKALA menyelenggarakan pelatihan bagi pelatih SIO Papua untuk pemerintah di wilayah adat Saireri yang terdiri atas kabupaten Biak Numfor, Supiori, Yapen dan Waropen. 

Pelaksana harian (Plh) Sekda kabupaten Biak Numfor, Lot Yensenem pada Rabu, (15 Maret 2023), mewakili Plh Gubernur, Ridwan Rumasukun membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya sebagaimana dibacakan oleh Lot Yensenem, Plh Gubernur menegaskan bahwa ketersediaan data terpilah OAP dan non-OAP merupakan kebutuhan dasar pada setiap tingkatan pemerintahan dalam penyelenggaraan administrasi dan perencanaan pembangunan di provinsi Papua. 

"Di tingkat kampung, ketersediaan data terpilah merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan pelayanan dasar dan pemberdayaan masyarakat," tutur Ridwan Rumasukun. 

Kegiatan pelatihan bagi pelatih SIO Papua di wilayah adat Saireri akan berlangsung selama tiga hari mulai, Rabu-Jumat, 15-17 Maret 2023, bertempat di Swiss-belHotel, kota Biak. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terknis yang berkaitan langsung dengan penyediaan data SIO Papua yaitu Bappeda, Dinas Kominfo, DP3AKB, dari semua kabupaten di wilayah Saireri. [Pit Supardi]

 

 

 

 

Kampung Moor

Kampung Moor

PELATIHAN APLIKASI SISTEM INFORMASI ORANG ASLI PAPUA “SIO PAPUA” BAGI ...

Pendataan Penduduk orang asli Papua melalui system informasi orang asli Papua (SIO PAPUA) adalah salah satu metode untuk mengetahui jumlah data terpilah orang asli Papua (OAP) dan non OAP,  keadaan Sosial, asset-aset yang dimiliki sehingga mempermudah Pemerintah, baik itu Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Distrik dan Kampung dalam merencanakan pembangunan bagi masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan amanat undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, pasal 86 bahwa sistem  Informasi Pembangunan Kampung dan Pembangunan Kawasan Perdesaan menjadi bagian yang sangat penting  dalam pembangunan Kampung. Pemerintah Kampung mempunyai kewajiban menginformasikan perencanaan pembangunan dan pelaksanaanya sebagaimana harus dicantumkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung  (RPJM-Kampung), Rencana Kerja Pemerintah Kampung (RKPK) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBKamp) kepada masyarakat Kampung melalui layanan informasi  kepada umum.

Untuk itu Lembaga Jerat Papua melakukan Pelatihan Sistem Informasi Orang Papua di Kabupaten Boven Digoel Distrik Mindiptana, sebanyak 39 peserta dari 13 Kampung yang terdiri dari 26 Kader pemberdayaan Masyarakat Kampung (KPMK) dan 13 Aparat Kampung  se-Distrik Mindiptana.

Pelatihan ini dilaksanakan selama 15 hari  (22 Juli 2022 – 06 Agustus 2022K, dimana setelah 2 hari mendaptakan teori tentang teknik Pendataan penduduk dan penginputan data pada apalikasi SIO PAPUA, peserta kemudian melakukan Pendataan penduduk di masing-masing Kampung dengan melibatkan RT/RW kampung masing-masing.

Menurut Sekretaris Kampung Epsembit Distrik Mindiptana  “Maksimus Ambomuyu” Pelatihan Pendataan Penduduk dan pengolahan aplikasi SIO PAPUA sangat penting bagi Kampung-kampung kami karena hal ini kami butuh. “kami butuh data base kampung yang valid yang diolah dalam suatu Aplikasi yang kemuadian akan kami gunakan untuk merencenakan pembanguan di Kampung” selama ini perencanaan di Kampung dilakukan tanpa data sehingga program pembanguan tidak tepat sasaran. Kami berterimakasih kepada Lembaga Jerat Papua yang telah membantu Kami dalam melengkapi data base di kampung kami, terlebih lagi data ini langsung dikerjakan oleh anak-anak kampung yang telah ditunjuk menjadi Kader-kader kampung, kami harap kegiatan di Kampung itu seperti ini, karena anak-anak kami di Kampung yang diberdayakan untuk melakukanan pekerjaan ini.

Salah satu Kader Kampung Niyimbang “Sisilia Kayom”  menyampaikan bahwa menurut-nya pelatihan ini sangat penting bagi Kampung, “aplikasi SIO PAPUA juga sangat bagus karena setelah saya mengikuti materi, saya melihat bahwa batapa pentinngya data base bagi Kampung kami untuk mengetahui jumlah penduduk, data social, pemabngunan dan lainnya, sebagai seorang perempuan saya sangat siap untuk mendata masyarakat kampung saya karena di kampung tidak ada data yang akurat, selama ini pemerintah Kampung pake data lama untuk bikin program. Ungkapnya”. Sisilia juga berharap jika data kampung lengkap maka Pemerintah Kampung akan gunakan untuk Menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung (PJMK) sehingga program itu benar-benar dapat menjawab permasalahan di Kampung, dan di Kampung kami punya pangkalan data yang akan diguanakan untuk kepentingan pembanginn Kampung.

Hal senada juga disampaikan oleh Kristoforus Endewip Kader Kampung  Epsembit, mengatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami, karena selama ini kami tidak ada data, untuk buat RPJMK di Kampung hanya diputuskan program seenaknya tanpa data, dalam kesempatan ini saya mewakili teman- teman pemuda mengucapkan banyak terima kasih, karena dengan pelatihan ini kami dapat mendata potensi-potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di kampung, kemudian kami akan memprogramkan bagi Kampung kami kedepan, pelatihan ini juga sejalan dengan visi-misi Bapak bupati Boen digoel, yaitu membangun Kampung menata Kota.

Perlu dipahami bahwa sebagus apapun sebuah aplikasi, jika tidak  dikelola dengan baik di Kampung maka sia-sialah aplikasi tersebut. oleh karena itu  dalam pelatihan ini anak-anak muda di Kampung yang diberdayakan untuk mendata dan mengelola aplikasi tersebut, aplikasi ini menjadi milik Pemerintah Kampung, karena selain data base, aplikasi ini juga menyediakan pelayanan administrasi surat-menyurat, dan website kampung  yang mudah dikelola oleh Kampung untuk mempublikasi informasi dari Kampung. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kedepannya Kampung bisa mandiri untuk membangun Kmapungnya sendiri. (Diw)

 

Kampung Wanggatkibi

Kampung Wanggatkibi

Logo Papua SelatanSIRIOS

Aplikasi SIRIOS dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Papua untuk menyediakan informasi data terpilah OAP dan Non-OAP. Sesuai dengan amanat Undang-Undang OTONOMI KHUSUS (OTSUS) tentang PENGAKUAN dan PENGHORMATAN HAK-HAK DASAR ORANG ASLI PAPUA SELATAN, data tersebut dapat membantu perencanaan pembangunan di tingkat kampung/kelurahan dan distrik dalam bidang ekonomi dan pelayanan dasar, khususnya bagi OAP. Selain itu, informasi tersebut diperlukan untuk MENGUKUR dan MEMASTIKAN pemanfaatan DANA OTSUS untuk meningkatkan KUALITAS HIDUP ORANG ASLI PAPUA SELATAN.

Hak Cipta © 2020-2026 Pemerintah Daerah Provinsi Papua Selatan.